Cintaku bukanlah cinta biasa. Jika kamu yang memiliki.
Dan kamu yang temaniku seumur hidupku – Afghan
I
Sore itu, pengajian Nurul Islam ramai
dipenuhi para santri. Setiap sore, pengajian itu memang ramai dipenuhi para
ikhwan dan akhwan yang ingin menimba ilmu agama.
Tiba - tiba "Assalamu'alaikum anak - anak, "sapa seorang laki - laki didepan pintu. Namanya pak Iman, sebut saja ia Pak Im, dia adalah salah satu guru di pengajian tersebut. Seketika, suasana berubah menjadi hening dan khusyuk.
Tiba - tiba "Assalamu'alaikum anak - anak, "sapa seorang laki - laki didepan pintu. Namanya pak Iman, sebut saja ia Pak Im, dia adalah salah satu guru di pengajian tersebut. Seketika, suasana berubah menjadi hening dan khusyuk.
Hari ini adalah hari pertama Zahra pindah
kerumah barunya di Perum. Asri Jati. Zahra adalah siswi SMA Masehi kelas X 1,
nama lengkapnya Azzahra Monalisa. Pagi ini Zahra berangkat lebih pagi karena
jarak dari rumah kesekolahnya cukup jauh. Zahra termasuk anak yang pandai, ia
juga sangat suka membaca & menggambar.
"Teng.. Teng.. Teng," jam istirahat
tiba. Siswa - siswi SMA Masehi langsung berhamburan keluar menuju kantin.
Berbeda dengan Zahra, "Aini, kita ke perpus yuk ?! ",ajak Zahra.
"Yaudah ayo ! Sebenernya sih gue udah laper. Tapi, gue juga mo cari materi
buat presentasi besok. Yaudah yuk ! ,"jawab Aini. "Huu.. Elo mah yang
dipikirin makanan mulu . Ntar gendut loh :o *ups :p ," ledek Zahra.
"Hehh.. Awas lo yee... ,"kesal Aini. Zahra pun segera berlari dan
terus meledek Aini. Tiba - tiba "Bruk ! Argghh !! ,"sesuatu terjatuh.
"Umm . . . Eh-oh-uh. Maaf ya ? ,"tanya Zahra kepada seorang cowok
bertubuh tinggi nan ganteng itu *eh. "Iya ,"jawabnya cuek.
"Yaudah biar gue bantuin ya ?! ,"pinta Zahra karena merasa bersalah.
"Ga usah, lain kali hati - hati ya . . ,"jawabnya dengan gaya yang
cool .
"Kenapa ra ?? "tanya Aini. "Tau ah ! Belagu banget sih tuh orang, niat gue kan cuma mau bantu .. Iiihhh .. Resee !! "oceh Zahra. Aini hanya menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.
"Kenapa ra ?? "tanya Aini. "Tau ah ! Belagu banget sih tuh orang, niat gue kan cuma mau bantu .. Iiihhh .. Resee !! "oceh Zahra. Aini hanya menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan sahabatnya itu.
II
Di perpustakaan, "Ra, gue udah dapet
bukunya. Gue ke kantin duluan ya . Perut gue udah sms ni wkwk ...."canda
Aini. Tiba - tiba ada seseorang yang duduk disamping Zahra .. Ternyata,
"Diih ! Cowok yang tadi ?,"pikir Zahra dalam hati. Zahra pun memulai
pembicaraan." Ehm, eh yang tadi maaf ya ? ",tanya Zahra. "Oh
kamu ? Iya.. Makanya kalo jalan liat liat ya, "jawabnya dengan raut wajah
yang 'flat'. "He-eh. Iya, yaudah duluan ya,"pamit Zahra. Cowok itu
hanya tersenyum masam. "Huh, ada orang disampingnya juga ! Dianggurin aja
! Mending gue pergi,"oceh Zahra.
Sesampainya di rumah. "Assalamu'alaikum
!"salam Zahra. "Waalaikum salam. Eh, udah pulang ra ?", ucap
Mama. "Iya nih ma. Hufth, capek banget u,u . Oiya ma ! Nanti aku mo ke
pengajian sama Ratna, Iqna, en Rizka ya ma? "tanya Zahra. "Iya boleh kok,
itu juga ide yang bagus daripada kamu keluyuran gak karuan :) "jawab Mama.
Di pengajian, "Shodaqollahul'adzim, " Zahra pun
selesai membaca ayat Al - Qur'an dengan suaranya yang indah dan merdu itu.
*subhanallah ya . (n_n) . Kemudian, "Ha ??! Cowok itu lagi ? Ngapain dia
?, "pikir Zahra. Ia pun bertanya kepada temannya. Ternyata cowok itu
adalah keponakan Pak Iman (guru mengaji mereka) yang memang tinggal didekat
perumahan tempat Zahra tinggal. Namanya Zidan Al - Fahrezi, biasa dipanggil
Zidan dia sekolah di SMA Masehi kelas XI IPS 1 dan dia jago banget main bola.
"Ooh.. Kakak kelas toh ternyata. . Pantesan gayanya selangit :p "ucap
Zahra. "Emang dia kenapa ra ?" tanya teman - temanku penasaran .
"Ahh engga cuma masalah kecil kok ehehe. "jawab Zahra.
III
Di sisi lain, "Gue kaya nggak asing
sama wajah tuh cewe (?). Coba liat deh. "tanya Zidan kepada temannya
sambil terus memandangi Zahra dari kejauhan. "Ya iyalah dia kan satu
sekolah sama kita . Kalo gak salah namanya Zahra anak kelas X 1. "jawab
Rio. "Oh dia itu yang kemaren !!! Iya bener. "ucapnya sambil senyam
senyum gajelas. "Emang kenapa ? Lo pernah ketemu dia ? Dimana ?
"cerocos Rio."Kepo banget sih lo yo :p wkwk," ledek Zidan. "Ngocol
lu .. Cerita dong dan, emang lu pernah ketemu dia ?"tanya Rio semakin
penasaran . "Hahaaa rioo.. rio.. Wkwk "jawabnya sambil ngeloyor
pergi. Rio menjadi bingung dan masih berdiri dengan tampang wajah yang beloon.
Ahaha *kebayang ga sih gimana kocaknya.
Sejak pertemuannya itu, ia tidak bisa tidur
semalaman karena memikirkan gadis cantik dan manis itu. "Lho ?! Ngapain
gue jadi mikirin dia ?! Kok hati gue ?? Ah... Gak mungkin !"ocehnya dalam
hati seraya melamun. Setelah mencari informasi kesana kemari, Zidan pun mengetahui
semua tentang Zahra. Sejak pertemuan pertamanya kurang lebih 3 minggu yang lalu
itu, Zidan selalu berusaha mendekati Zahra. Dari yang biasa seperti melakukan
kebiasaan Zahra bersepeda di hari libur pagi, sms atau telpon Zahra setiap saat
*sebenernya Zahra ngerasa terganggu sih dengan yang satu ini, kemudian sampai
yang norak abis seperti berkirim mawar dan surat cinta yang ia taruh di kolong
meja kelas Zahra. Tidak hanya itu, Zidan juga tak kenal lelah menyapa Zahra
dengan pesan kertasnya yang ia taruh di kursi taman perumahan tempat Zahra menghabiskan
waktunya untuk membaca sepanjang hari, sepanjang waktu.
IV
Tapi Zahra sendiri tidak mengetahui siapa
seseorang dibalik semua ini. "Aini, masa ada surat lagi buat gue :o !
Menurut lo ini dari siapa ya ? Udah 1 bulan lebih nih ! Lama - lama gue takut.
Ntar kalo dia neror gue gimana ?!,"tanya Zahra panik. "hahahaha !! Ga
mungkin, kalo menurut gue yaaa, dia tuh suka sama lo. Cuma dia terlalu gengsi
aja kali buat menyatakan perasaannya secara langsung. Lagipula gak pernah ada
tanda - tanda ancaman kan ? :) ,"ucap Aini seraya menghibur.
"Iya juga sih .. Tapi caranya tuh
norak tau ! Gak gentle banget sih . Langsung to the point aja kan bisa kalo
emang kaya gitu. *masih jaman aja pake surat #kamseupay ," cerocos Zahra. "emm..
Hehe kayanya gua tau nih siapa orangnya . Apa lo juga punya pikiran yang sama
kaya gue ?? ,"tanya Aini seperti mengetahui sesuatu. Kemudian mereka
saling berpandangan dan dengan serempak berkata "Ka Zidan orangnya
!!!?", ucap mereka sedikit berteriak. "Ehehehe, tapi gue ga yakin,
dan rasanya itu gak mungkin ?! ,", jawab Zahra kemudian. "Tapi coba
lu inget2 deh. Sikapnya dia tiap ketemu elo. Dia sampe salting gitu kan ?!
Malah pernah sampe kejedot tiang ! Wkwk,". "Bhahaha .. Iya juga ya ?
Tapi mendingan kita selidikin dulu dehhh ... Siapa tau itu cuma orang iseng
yang berniat ngerjain gue ?" . "ok.. Itu ide yang bagus. Gue akan
selalu bantu lo kok . Tenang aja :)" ucap Aini bersemangat.
Kemudian mereka pun memulai rencana penyelidikan .
Kemudian mereka pun memulai rencana penyelidikan .
V
Hari
pertama, GAGAL. Hari kedua, GAGAL. Hari ketiga, GAGAL. Hari keempat, GAGAL.
Hari kelima .... "KITA GAGAL LAGI ??!! Hufth..." ucap mereka
serempak. "Jujur ya ra ! Sebenernya gue udah cape bantuin lo dari kemaren,
tapi gagaaaal mulu," keluh Aini. "Yah,
kok lo pesimis gitu u,u Katanya mau bantuin gue ... Ayolah ," Belum sempat
Aini menjawab, tiba - tiba "Ni, liat deh ! Itu ka Zidan ! Mau ngapain tuh
dia kearah kelas kita ??" ucap Zahra penasaran. "Iya iyaa . Ayo kita
ikutin !" "Mudah - mudahan ada petunjuk ya,". Ketika mereka
sampai dikelas, mereka sangat terkejut. Karena kelas masih sunyi senyap dan
belum ada orang satupun kecuali mereka berdua. "Loh kok aneh yaa
?"tanya Aini. "Apa itu cuma khayalan gue aja ???". "Engga
kok ! Gue juga liaat tadi !", ucap Aini meyakinkan. "Terus ?? Tapi
nyatanya masih sepi kaan." *sambil menuju ke arah bangkunya dan mulai
duduk.
Kemudian.."Ni ! Ada surat buat gue lagi masa ?!"
To : Zahra
Sore nanti aku
tunggu ditaman perumahan .
Mr.Z
"Ciee Zahra :D "ledek Aini. "Apaan sih lu . Gue malah jadi takut nih. Masa ngajak ketemuan gitu !!"
"Udahlah
ikutin aja dulu.. Lagian gue jadi semakin yakin ra kalo itu emang ka Zidan
!!"
"Sok
tau nih Aini :p "
"Lah
bener, tuh liat aja ada inisial Mr.Z . Hayooo siapa coba ?"
"Eh
iya :D tumben lu pinter, anak siapa sih :p"
"Waahh
ngocol :p"
Sore itu, Zidan mengungkapkan perasaannya
kepada Zahra dan menceritakan segala hal yang telah ia lakukan. Setidaknya
dengan begini, sedikit banyak Zahra telah tahu siapa orang misterius yang
selama ini menghantuinya dan semua itu membuatnya lega. Sayangnya, Zahra tetap
cuek aja tuh menghadapi gerakan cinta Zidan. Meski tidak dengan marah - marah,
ia malah sibuk dengan segala macam tugas - tugasnya. Untungnya, cinta Zidan
tidak pernah pupus meski harus jatuh bangun untuk membuat cinta itu bisa
dimengerti. Cintanya tidak mengenal istilah habis meski harus berhadapan dengan
pergantian waktu yang hampir satu tahun. Bahkan, sampai tiba waktunya Zidan
menghadapi kelulusan dan harus keluar dari sekolah ini. Zidan tetap tersenyum
menyampaikan cintanya. Melihat kegigihan Zidan, Zahra tidak tega melepas cowok
segigih dan seperhatian itu. Akhirnya, Zahra menjawab semua tanda tanya besar
dalam hati Zidan. Tentu saja, karena cinta Zidan, Bukan Cinta Biasa. :3
THE END ..
THE END ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar